Komponen yang perlu disiapkan antara lain adalah:
· 1 x 0.55 meter pipa pralon diameter 40 mm (40 mm inner, 42-43 mm outer).
· 1 x 40 mm (diameter) penutup pralon.
· 1 x 150 mm (diameter) penutup pralon atau potongan plastik / kayu yang tenbal dengan diameter yang sama.
· 2 x 25 mm atau 35 mm baut U.
· 8 x mur untuk baut U.
· 8 x ring untuk baut U.
· 1 x 5/16” baut (yang pendek) dengar mur & ring yang cocok.
· 1 x lempengan kuningan dengan ketebalan 0.4-0.7 mm secukupnya untuk dipotong dengan lingkaran berdiameter 130 mm.
· Kabel tembaga diamter 1 mm berlapis email sepanjang beberapa meter.
· 1 x konektor N untuk di letakan di panel.
· 3 x mur & ring untuk konektor N tersebut.
· Print PDF file berisi pattern antenna helical, atau membuat sendiri dari perhitungan di bawah. File PDF dapat di ambil dari http://users.bigpond.net.au/jhecker/.
· Lem Araldite yang lambat mengeringnya.
· Lem Loctite 424 atau yang mirip (seperti superglue atau hotglue gun).
· Penutup silicon.
· Selotape.
Peralatan yang dibutuhkan:
· Gergaji.
· Meja yang rata / datar.
· Pemotong kabel.
· Kunci untuk baut 5/16”.
· Obeng untuk konektor N.
· Bor
· Solder
· Gunting (untuk menggunting lempeng kuningan).
· Pisau.
Langkah membuat antenna tersebut adalah:
· Print & potong template dari PDF file yang anda ambil di http://users.bigpond.net.au/jhecker/. Ada tiga file, yaitu, circle.pdf dan rhspiral.pdf atau lhspiral.pdf. Gunakan rhspiral untuk right handed spiral helicals dan lhspiral untuk left handed spirals. Anda membutuhkan circle untuk membuat ground plane (reflector), kecuali jika anda dapat membuat lingkaran dengan diamter 130 mm yang baik.
· Potong pipa pralon 40 mm sepanjang 550 mm (55 cm).
· Lilitan template lilitan rhspiral atau lhspiral di pipa pralon dan selotape ujung-ujungnya. Tidak masalah anda menggunakan RIGHT atau LEFT handed template selama ujung-ujungnya menyambung. Pastikan spiral yang kita gambar menyambung ujung ke ujung. Sedikit gap tidak terlalu masalah. Yang perlu di ingat bahwa jika anda menyatukan LEFT & RIGHT handed helical, maka total sinyal akan saling mematikan.
· Di ujung awal tempate akan menjadi tempat menempelkan ke dasar antenna. Sebaiknya ujung awal di lebihkan sedikit untuk mengkompensasi ketebalan penutup pralon 40 mm. Seperti tampak pada gambar.
· Gunakan ujung yang lancip seperti cutter, beri tanda pada template sepanjang jalur helical dalam interval tetap, misalnya 5 atau 6 tanda setiap putaran. Dengan cara ini kita akan meninggalkan tanda pada pralon untuk memudahkan pada saat kita melilit kabel email. Beri tanda di mana kabel email berhenti di pipa pralon. Anda harusnya mempunyai beberapa mm kelebihan di pipa pralon. Hal ini OK.
· Lilitan kabel tembaga berlapis email dan gunakan superglue atau Loctite 424 untuk menempelkan kabel ke tempat akhir kabel di pipa pralon. Perlahan lilitkan kabel sepanjang pipa pralon ikuti tanda spiral yang telah kita toreh di pipa pralon. Pada interval yang sama, misalnya setiap ½ atau 1/3 lilit, tambahkan lem untuk menempelkan kabel di tempatnya.
· Pada saat anda mendekati akhir lilitan, lilitan terakhir jangan di lem. Biarkan cukup banyak kabel (10 cm atau lebih) di akhir lilitan. Biarkan dulu beberapa saat sampai lem mengering.
· Potong lempengan kuningan atau tembaha dengan diameter 130 mm diambil dari circle.pdf.
· Bor lubang pada penutup pralon 150 mm dan lempengan 130 mm untuk baut dan konektor N. Semua berpusat pada penutup pralon 40 mm yang akan ditempelkan para penutup pralon 150 mm. Posisikan konektor N pada pinggiran kanan dari penutup pralon 40 mm.
· Potong penutup pralon 40 mm agar ada tempat cukup untuk konektor N maupun lubang baut-nya yang tiga buah itu. Untuk memberikan gambaran potongan lihat gambar.
· Lubangi di tengah penutup pralon agar cukup untuk baut 5/16”. Penutup pralon dengan potongan maupun lubang baut tampak pada gambar.
· Baut penutup pralon 40 mm dan 150 mm menjadi satu seperti tampak pada gambar. (konektor N & reflektor belum terpasang).
· Tempat penempelan baut U terserah kepada kita tergantung pada ukunran-nya 25 atau 35 mm atau berapapun. Pastikan agar tidak mengganggu pada saat kita memasang kabel coax di konektor N.
· Pasang lempengan tembaga atau aluminium 130 mm pada penutup pralon 150 mm, dan bautkan pada penutup pralon 40 mm. Pastikan semua lubang pada lempengan dan penutup pralon pas.
· Sambungkan konektor N.
· Untuk dapat matching impedansi antenna yang biasa sekitar 150 ohm untuk antenna helical ke kabel coax yang hanya 50 ohm, anda membutuhkan lempengan tembaga atau kuningan selebar 15-20 mm. Potong lempengan tersebut diagonal dan hubungkan dari konektor N ke ujung antenna. Ukuran potongan tembaga yang digunakan pada sisi tegak adalah 17 mm dan 71 mm dengan diagonal 73 mm. Lempeng aluminium tidak dapat di solder, jadi jangan digunakan. Lempeng kuningan yang baik digunakan. Lihat gambar untuk jelasnya.
· Masukan pipa pralon ke penutup pralon 40 mm dan tandai dimana spiral akan bertemu dengan ujung penutup. Potong kabel email yang berlebih disini, gunakan ampelas untuk menghilangkan email yang ada agar siap di solder.
· Solder lempeng tembaga yang baru kita buat di atas ke kabel email dari spiral helical. Gunakan lem seperlunya. Mungkin anda perlu melakukan trimming dari lempengan lembaga untuk mencocokan ukuran.
· Pada saat pipa pralon masuk secara penuh ke penutup pralon 40 mm, seharusnya pipa akan masuk dengan baik. Setelah itu lempengan tembaha yang menjadi matching impedansi di solder ke konektor N.
· Agar pipa pralon menempel dengan baik ke penutup pralon 40 mm, ampelas permukaan kedua benda yang akan saling berhubungan ini dengan ampelas agar lem yang kita gunakan dapat lebih baik menempelkan pralon.
· Gunakan lem Araldite yang SLOW DRYING (bukan 5 menit). Letakan Araldite di ujung bawah pipa pralon & di dalam penutup pralon. Atur posisi konektor N & rangkaian matching impedansinya.
· Biarkan lem mengering (sekitar satu hari). Pasang baut U dan anda sudah memiliki sebuah antenna helical. Bentuk konektor N yang menonjol melalui lempengan tembaga yang terhubung pada lempengan matching impedansi tembaga tampak pada gambar.
· Alasan utama mengapa penutup 150 mm digunakan agar kita dapat menutup selurtuh konstruksi antenna menggunakan pipa pralon 150 mm sehingga aman dari ganggung cuaca burung dll.
· Gambar produk akhir sebuah antenna helical.
· Tampak belakang ....
Beberapa hal penting
· Test pipa pralon yang akan digunakan untuk antenna di dalam oven microwave. Kalau pipa pralon menjadi panas setelah di oven selama 2 menit-an, artinya bahan pipa pralon tersebut tidak baik untuk antenna, karena akan mengambil energi radio.
· Rangkaian matching impedensi di atas tidak terlalu sensitif.
· Antenna ini cukup baik digunakan untuk jarak 3-4 km dengan line of sight yang baik.
· Ada banyak kemungkinan variasi disain, misalnya kita dapat mengunakan PCB yang di etch sesuai dengan pola circle sebagai reflektor.
Minggu, 21 Juni 2009
Senin, 11 Mei 2009
langkah setting IP pada redhat 9.0.
* klik menu start
* pilih system setting
* klik network
* setelah itu muncul jendela network configuratin
* pilih devices ---> muncul jendela ethernet device
* pilih general ---> klik statically set IP addresses
--> isilah :IP address : ...........
subnet mask : ...........
Gateway : ...........
* pilih Route --> klik add
--> isi : Address : ........
Subnet Mask : .......
Default Gateway : .......
* klik OK
* pilih DNS
--> isi : hostname : tkj
Primary DNS : 202.134.0.155
Secondary DNS : 202.134.0.155
Tertiary DNS : -
DNS Search Path : locoldomain
* pilih hosts - > klik yang di bawah IP, Name, Aliases - > klik edit
--> isi : Address : 127.0.0.1
Hostname : tkj
Aliases : localhost
* klik OK
* pilih device - > klik ACTIVATE
* file - > klik save - > klik OK
Setting IP di Redhat 9.0 telah selesai...
* pilih system setting
* klik network
* setelah itu muncul jendela network configuratin
* pilih devices ---> muncul jendela ethernet device
* pilih general ---> klik statically set IP addresses
--> isilah :IP address : ...........
subnet mask : ...........
Gateway : ...........
* pilih Route --> klik add
--> isi : Address : ........
Subnet Mask : .......
Default Gateway : .......
* klik OK
* pilih DNS
--> isi : hostname : tkj
Primary DNS : 202.134.0.155
Secondary DNS : 202.134.0.155
Tertiary DNS : -
DNS Search Path : locoldomain
* pilih hosts - > klik yang di bawah IP, Name, Aliases - > klik edit
--> isi : Address : 127.0.0.1
Hostname : tkj
Aliases : localhost
* klik OK
* pilih device - > klik ACTIVATE
* file - > klik save - > klik OK
Setting IP di Redhat 9.0 telah selesai...
Jumat, 01 Mei 2009
CARA MENGINSTALL OPERA PADA REDHAT
pertama kita download opera yang versi redhat,,,
berikut alamat untuk download file,,,
klik di
sini 
nanti pilih yang versi redhat ya,,, jangan lupa itu,,,
kalo sudah di download,,, jagan lupa di save (di simpan) di "root" yaw,,,
kalo udah,,, tinggal di install dech
Caranya sebagai berikut:
* masuk terminal, kalo udah
* # rpm -ivh /root/opera-9.64.gcc295-static-gtc3.i386.rpm (enter)
berikut alamat untuk download file,,,klik di
nanti pilih yang versi redhat ya,,, jangan lupa itu,,,
kalo sudah di download,,, jagan lupa di save (di simpan) di "root" yaw,,,
kalo udah,,, tinggal di install dech
Caranya sebagai berikut:
* masuk terminal, kalo udah
* # rpm -ivh /root/opera-9.64.gcc295-static-gtc3.i386.rpm (enter)
Selasa, 21 April 2009
LANGKAH-LANGKAH INSTALLASI HTML
1.cd/opt/lampp/hddocs
2.mkdir lalu nama html qt -ls. misal: mkdir jarwo -ls
3.lalu masuk ke folder html qt dengan cara:
-cd lulu nama html qt misal:cd jarwo
4. membuat html dengan nama hello.html dengan cara:
-vi hello.html
-lalu tekan tombol insert untuk menyisipkan
-lalu masukan kode
hellohtml
hello html
-lalu ctrl c
-lalu shrif :
-lalu ketik wq
5. lalu masuk pada terminal
-masuk pada folder qt dangan cara cd nama folder misal:cd jarwo
-lalu #/opt/lampp/lampp start
6. lalu brows dengan alamat http://localhost/nama folder qt/
2.mkdir lalu nama html qt -ls. misal: mkdir jarwo -ls
3.lalu masuk ke folder html qt dengan cara:
-cd lulu nama html qt misal:cd jarwo
4. membuat html dengan nama hello.html dengan cara:
-vi hello.html
-lalu tekan tombol insert untuk menyisipkan
-lalu masukan kode
hello html
-lalu ctrl c
-lalu shrif :
-lalu ketik wq
5. lalu masuk pada terminal
-masuk pada folder qt dangan cara cd nama folder misal:cd jarwo
-lalu #/opt/lampp/lampp start
6. lalu brows dengan alamat http://localhost/nama folder qt/
LANGKAH-LANGKAH INSTALLASI PHP
1. masuk ke terminal
-ketik cd/opt/lmpp/htdocs
-mkdir nama php qt. misal:mkdir jarwo
-masuk ke folder php qt, dengan cara cd lalu mana php qt. misal: cd jarwo
-lalu membaut htnl dengan nam hello.htnl dengan cara:
-#vi hello.php
-tekan insert untuk menyisipkan
-lalu masukan kode
- -echo"hello php"
-?>
-lalu di simpan dengan cara:
-klik tombol esc padaz keyboard
-shift:
-lalu ketik wq
2.lalu cek dangan cara perintah ls, apakah ada file hello
3.untuk menjalankan php dengan cara:
-buka web browser lalu buka alamat http://localhost/nama php qt/hello.php
-ketik cd/opt/lmpp/htdocs
-mkdir nama php qt. misal:mkdir jarwo
-masuk ke folder php qt, dengan cara cd lalu mana php qt. misal: cd jarwo
-lalu membaut htnl dengan nam hello.htnl dengan cara:
-#vi hello.php
-tekan insert untuk menyisipkan
-lalu masukan kode
- -echo"hello php"
-?>
-lalu di simpan dengan cara:
-klik tombol esc padaz keyboard
-shift:
-lalu ketik wq
2.lalu cek dangan cara perintah ls, apakah ada file hello
3.untuk menjalankan php dengan cara:
-buka web browser lalu buka alamat http://localhost/nama php qt/hello.php
Cara Instalasi Samba pada Redhat 9.0
( root@localhost root ) # rpm-ivh samba-common
( root@localhost root ) # rpm-ivh samba-client
( root@localhost root ) # rpm-ivh samba
( root@localhost root ) # ls
( root@localhost root ) # rpm-ivh redhat-config-samba
( root@localhost root ) # rpm-qa | grep samba
( root@localhost root ) # cp smb.conf sm.conf.bak
( root@localhost root ) # vi smb.conf
Buka terminal lagi
( root@localhost root ) # cd / home
( root@localhost root ) # mkdir samba
( root@localhost root ) # ls
( root@localhost root ) # mkdir samba / netlogon
( root@localhost root ) # mkdir samba / profiles
( root@localhost root ) # ls samba /
( root@localhost root ) # cd_/ home / samba / profiles
( root@localhost root ) # mkdir tom
( root@localhost root ) # service_smb_restart
( root@localhost root ) # user add_tom
( root@localhost root ) # ls
( root@localhost root ) # chown_tom_tom /
( root@localhost root ) # smbadduser
( root@localhost root ) # rpm-ivh samba-client
( root@localhost root ) # rpm-ivh samba
( root@localhost root ) # ls
( root@localhost root ) # rpm-ivh redhat-config-samba
( root@localhost root ) # rpm-qa | grep samba
( root@localhost root ) # cp smb.conf sm.conf.bak
( root@localhost root ) # vi smb.conf
Buka terminal lagi
( root@localhost root ) # cd / home
( root@localhost root ) # mkdir samba
( root@localhost root ) # ls
( root@localhost root ) # mkdir samba / netlogon
( root@localhost root ) # mkdir samba / profiles
( root@localhost root ) # ls samba /
( root@localhost root ) # cd_/ home / samba / profiles
( root@localhost root ) # mkdir tom
( root@localhost root ) # service_smb_restart
( root@localhost root ) # user add_tom
( root@localhost root ) # ls
( root@localhost root ) # chown_tom_tom /
( root@localhost root ) # smbadduser
Senin, 13 April 2009
DNS (Domain Name System)
Mungkin secara umum bisa diartikan sebagai sistem pemberian alamat yang digunakan dalam internet/intranet. DNS bertugas memberikan nama host dan pelaku utama dalam mengatur tiap host dalam domain kita. DNS juga berfungsi sebagai resolver nama-nama sistem ke bentuk IP address atau sebaliknya, hal ini diperlukan karena keterbatasan manusia yang mengalami kesulitan untuk mengingat IP address sebagai identitas komputer dan akan lebih mudah jika mengingat dalam bentuk nama.
kasus :
domain –> coreph.net
Net ID –> 192.168.88.0
for ex:
coreph.net –> 192.168.88.90www.coreph.net –> 192.168.88.90ftp.coreph.net –> 192.168.88.90mail.coreph.net –> 192.168.88.90
pertama…mengecek file2 yg dibutuhkan sudah ter-install:Mengecek apakah file-file yang dibutuhkan sudah terinstall:
root@server home]# rpm -qa grep dhcpdhcp-3.0pl1-23[root@server home]# rpm -qa grep bindbind-9.2.1-16redhat-config-bind-1.9.0-13bind-utils-9.2.1-16ypbind-1.11-4[root@server home]# rpm -qa grep sambasamba-common-2.2.7a-7.9.0samba-client-2.2.7a-7.9.0samba-2.2.7a-7.9.0redhat-config-samba-1.0.4-1[root@server home]#
Jika belum terinstall, silakan install terlebih dahulu, agar lebih mudah, saya menyarankan untuk menggunakan redhat-config-packages. Ketik di Run Command (Start Applications > Run command..) redhat-config-packages. Selanjutnya cari file-file tersebut dan install.Apabila sudah terinstall,siap-siap buat perang tiada akhir…
Berikut langkah2nya:
#############################################———————setting ethernet (/etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0)
[root@server home]# vi /etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0 (u/ menulis/edit tekan tombol insert)
DEVICE=eth0 #nama deviceBOOTPROTO=staticIPADDR=192.168.88.90NETMASK=255.255.255.0NETWORK=192.168.88.0ONBOOT=yes # dijalankan saat boot
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter############################################———————setting HOSTS (/etc/hosts)
[root@server home]# vi /etc/hosts (u/ menulis/edit tekan tombol insert)
#Do not remove the following lines, or various programs#that require network functionality will fails127.0.0.1 localhost.localdomain localhost192.168.88.90 coreph.net server
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter##############################################———————-setting RESOLV.CONF (/etc/resolv.conf)
[root@server home]# vi /etc/resolv.conf (kemudian u/ menulis/edit tekan tombol insert)
# Samakan dengan dibawah ini,atau konfigurasi sesuai kebutuhan
search coreph.netnameserver 192.168.88.90
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter
Saatnya restart network
[root@server /]# /etc/init.d/network restartShutting down interface eth0: [ OK ]Shutting down loopback interface: [ OK ]Setting network parameters: [ OK ]Bringing up loopback interface: [ OK ]Bringing up interface eth0: [ OK ]
Apabila tidak ada pesan error, berarti sejauh ini berhasil. Untuk memastikan, ping ke 192.168.88.90
[root@server named]# ping 192.168.88.9064 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=1 ttl=128 time=0.354 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=2 ttl=128 time=0.309 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=3 ttl=128 time=0.318 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=4 ttl=128 time=0.250 ms—192.168.88.90 ping statistics –5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 4044msrtt min /avg/max/dev = 0.250/0.297/0.354/0.044 ms
Good, semuanya berjalan lancar. Lanjutkan ke proses berikutnya.
##############################################
DNS SERVER (named) > BIND (Berkeley Internet Name Domain)
Pengaturan DNS sebaiknya ditentukan sesuai kebutuhan, seperti pertanyaan pertama, apakah server ini berlaku sebagai gateway, atau mail server, proxy server, web server, database server, backup server atau yang lain? Oleh karena itu, gw lebih serahkan sepenuhnya pada yang membacanya,huehehehe…Letak konfigurasi bind yang terpenting ada di direktori:
/etc/named.conf/var/named/
masih sebagai root, kita akan mengkonfigurasi file-file diatas..
NAMED.CONF (/etc/named.conf)
[root@server home]# vi /etc/named.conf
ketikkan baris dibawah ini, atau lebih baik backup file named.conf aslinya(buat jaga2), dan buat file ini..
## named.conf -configuration for bind# Generated automatically by redhat-config-bind, alchemist et al.# Any changes not supported by redhat-config-bind should be put# in /etc/named.custom#controls {inet 127.0.0.1 allow { localhost; } keys { rndckey; };};include “/etc/named.custom”;include “/etc/rndc.key”;
zone “0.0.127.in-addr.arpa” {type master;file “0.0.127.in-addr.arpa.zone”;};zone “localhost” {type master;file “localhost.zone”;};zone “88.168.192.in-addr.arpa” {type master;file “coreph.local”;};zone “coreph.net” {type master;file “coreph.zone”;};
kalo sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq dan tekan [enter]
Penjelasan:
Perhatikan baris perintah berikut:
zone “coreph.net” { #menambahkan zona baru / domain baru yaitu coreph.nettype master; #merupakan master domain, domain utama…file “coreph.net.zone”; #file database yang menyimpan konfigurasi seluruh domain dan host};
zone “88.168.192.in-addr.arpa” { #menambahkan zona reverse baru yaitu coreph.nettype master; #merupakan reverse master domain, domain reverse utama…file “88.168.192.local”; #file database yang menyimpan konfigurasi seluruh domain dan host};
#################################################
file pada direktori /var/named/[root@server home]# cd /var/named[root@server named]# cp localhost.zone coreph.zone [copy file localhost.zone --> coreph.zone][root@server named]# cp named.local coreph.local [copy file named.local --> coreph.local][root@server named]# vi coreph.zone
ketikan perintah berikut: (isi file ini cuma contoh, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
$TTL 86400
@ IN SOA coreph.net. root.localhost (2005911918 ; serial28800 ; refresh7200 ; retry604800 ; expire86400 ; ttl)IN NS coreph.net.IN A 192.168.88.90
www IN A 192.168.88.90ftp IN A 192.168.88.90mail IN A 192.168.88.90
kalo sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq dan tekan [enter]
[root@server named]# vi coreph.local
ketikkan perintah berikut: (Ingat, sekali lagi isi file ini cuma contoh, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)$TTL 8640088.168.192.in-addr.arpa. IN SOA coreph.net. root.coreph.net. (2005121900 ; serial28800 ; refresh2700 ; retry604800 ; expire86400 ; ttl)IN NS coreph.net.
90 IN PTR coreph.net.90 IN PTR www.coreph.net.90 IN PTR ftp.coreph.net.90 IN PTR mail.coreph.net.
simpan file dengan mengetik > : + w + qKemudian restart service BIND dengan perintah:
[root@server named]# service named restartShutting down named: [ OK ]Starting named: [ OK ][root@server named]#
Setelah itu silakan cek dengan perintah nslookup
[root@server named]# nslookup 192.168.88.90Server: coreph.netAddress: 192.168.88.90
Name: mail.coreph.netAddress: 192.168.88.90
kasus :
domain –> coreph.net
Net ID –> 192.168.88.0
for ex:
coreph.net –> 192.168.88.90www.coreph.net –> 192.168.88.90ftp.coreph.net –> 192.168.88.90mail.coreph.net –> 192.168.88.90
pertama…mengecek file2 yg dibutuhkan sudah ter-install:Mengecek apakah file-file yang dibutuhkan sudah terinstall:
root@server home]# rpm -qa grep dhcpdhcp-3.0pl1-23[root@server home]# rpm -qa grep bindbind-9.2.1-16redhat-config-bind-1.9.0-13bind-utils-9.2.1-16ypbind-1.11-4[root@server home]# rpm -qa grep sambasamba-common-2.2.7a-7.9.0samba-client-2.2.7a-7.9.0samba-2.2.7a-7.9.0redhat-config-samba-1.0.4-1[root@server home]#
Jika belum terinstall, silakan install terlebih dahulu, agar lebih mudah, saya menyarankan untuk menggunakan redhat-config-packages. Ketik di Run Command (Start Applications > Run command..) redhat-config-packages. Selanjutnya cari file-file tersebut dan install.Apabila sudah terinstall,siap-siap buat perang tiada akhir…
Berikut langkah2nya:
#############################################———————setting ethernet (/etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0)
[root@server home]# vi /etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0 (u/ menulis/edit tekan tombol insert)
DEVICE=eth0 #nama deviceBOOTPROTO=staticIPADDR=192.168.88.90NETMASK=255.255.255.0NETWORK=192.168.88.0ONBOOT=yes # dijalankan saat boot
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter############################################———————setting HOSTS (/etc/hosts)
[root@server home]# vi /etc/hosts (u/ menulis/edit tekan tombol insert)
#Do not remove the following lines, or various programs#that require network functionality will fails127.0.0.1 localhost.localdomain localhost192.168.88.90 coreph.net server
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter##############################################———————-setting RESOLV.CONF (/etc/resolv.conf)
[root@server home]# vi /etc/resolv.conf (kemudian u/ menulis/edit tekan tombol insert)
# Samakan dengan dibawah ini,atau konfigurasi sesuai kebutuhan
search coreph.netnameserver 192.168.88.90
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter
Saatnya restart network
[root@server /]# /etc/init.d/network restartShutting down interface eth0: [ OK ]Shutting down loopback interface: [ OK ]Setting network parameters: [ OK ]Bringing up loopback interface: [ OK ]Bringing up interface eth0: [ OK ]
Apabila tidak ada pesan error, berarti sejauh ini berhasil. Untuk memastikan, ping ke 192.168.88.90
[root@server named]# ping 192.168.88.9064 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=1 ttl=128 time=0.354 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=2 ttl=128 time=0.309 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=3 ttl=128 time=0.318 ms64 bytes from 192.168.88.90: icmp_seq=4 ttl=128 time=0.250 ms—192.168.88.90 ping statistics –5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 4044msrtt min /avg/max/dev = 0.250/0.297/0.354/0.044 ms
Good, semuanya berjalan lancar. Lanjutkan ke proses berikutnya.
##############################################
DNS SERVER (named) > BIND (Berkeley Internet Name Domain)
Pengaturan DNS sebaiknya ditentukan sesuai kebutuhan, seperti pertanyaan pertama, apakah server ini berlaku sebagai gateway, atau mail server, proxy server, web server, database server, backup server atau yang lain? Oleh karena itu, gw lebih serahkan sepenuhnya pada yang membacanya,huehehehe…Letak konfigurasi bind yang terpenting ada di direktori:
/etc/named.conf/var/named/
masih sebagai root, kita akan mengkonfigurasi file-file diatas..
NAMED.CONF (/etc/named.conf)
[root@server home]# vi /etc/named.conf
ketikkan baris dibawah ini, atau lebih baik backup file named.conf aslinya(buat jaga2), dan buat file ini..
## named.conf -configuration for bind# Generated automatically by redhat-config-bind, alchemist et al.# Any changes not supported by redhat-config-bind should be put# in /etc/named.custom#controls {inet 127.0.0.1 allow { localhost; } keys { rndckey; };};include “/etc/named.custom”;include “/etc/rndc.key”;
zone “0.0.127.in-addr.arpa” {type master;file “0.0.127.in-addr.arpa.zone”;};zone “localhost” {type master;file “localhost.zone”;};zone “88.168.192.in-addr.arpa” {type master;file “coreph.local”;};zone “coreph.net” {type master;file “coreph.zone”;};
kalo sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq dan tekan [enter]
Penjelasan:
Perhatikan baris perintah berikut:
zone “coreph.net” { #menambahkan zona baru / domain baru yaitu coreph.nettype master; #merupakan master domain, domain utama…file “coreph.net.zone”; #file database yang menyimpan konfigurasi seluruh domain dan host};
zone “88.168.192.in-addr.arpa” { #menambahkan zona reverse baru yaitu coreph.nettype master; #merupakan reverse master domain, domain reverse utama…file “88.168.192.local”; #file database yang menyimpan konfigurasi seluruh domain dan host};
#################################################
file pada direktori /var/named/[root@server home]# cd /var/named[root@server named]# cp localhost.zone coreph.zone [copy file localhost.zone --> coreph.zone][root@server named]# cp named.local coreph.local [copy file named.local --> coreph.local][root@server named]# vi coreph.zone
ketikan perintah berikut: (isi file ini cuma contoh, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
$TTL 86400
@ IN SOA coreph.net. root.localhost (2005911918 ; serial28800 ; refresh7200 ; retry604800 ; expire86400 ; ttl)IN NS coreph.net.IN A 192.168.88.90
www IN A 192.168.88.90ftp IN A 192.168.88.90mail IN A 192.168.88.90
kalo sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq dan tekan [enter]
[root@server named]# vi coreph.local
ketikkan perintah berikut: (Ingat, sekali lagi isi file ini cuma contoh, dapat disesuaikan dengan kebutuhan)$TTL 8640088.168.192.in-addr.arpa. IN SOA coreph.net. root.coreph.net. (2005121900 ; serial28800 ; refresh2700 ; retry604800 ; expire86400 ; ttl)IN NS coreph.net.
90 IN PTR coreph.net.90 IN PTR www.coreph.net.90 IN PTR ftp.coreph.net.90 IN PTR mail.coreph.net.
simpan file dengan mengetik > : + w + qKemudian restart service BIND dengan perintah:
[root@server named]# service named restartShutting down named: [ OK ]Starting named: [ OK ][root@server named]#
Setelah itu silakan cek dengan perintah nslookup
[root@server named]# nslookup 192.168.88.90Server: coreph.netAddress: 192.168.88.90
Name: mail.coreph.netAddress: 192.168.88.90
Langganan:
Postingan (Atom)
